Skip to main content

Gibson Mempersembahkan Les Paul Tribute Limited Edition

Bahkan Gibson membuat Bridge yang sama persis dengan Les Paul 1952

Gitar Gibson seri Les Paul pertama kali diciptakan pada tahun 1952, kemudian dijual secara umum dan hingga menjadi simbol kesuksesan bagi Gibson. Dan di tahun 2013 ini, Gibson memberi penghormatan khusus terhadap sang pencipta, Lester William Polsfuss, dengan membuat ulang gitar Les Paul Tribute Limited Edition.
Bentuknya sama persis dengan Les Paul 1952, namun ada sedikit penambahan detail di bagian tertentu. Seperti di bagian Headstock yang terpampang foto Les Paul, dan tertera tandatangan 'Lester William Polsfuss' di bagian Pickguard. Selebihnya, Gibson tetap mempertahankan orisinalitasnya, bahkan Gibson membuat Bridge dan Pickup P-90 yang sama persis dengan Les Paul 1952. Jadi suara yang dihasilkan pun akan sama seperti gitar Les Paul di 6 dekade yang lalu.
Gibson Les Paul Tribute, dengan warna Gold yang semakin mencurahkan esensi Vintage dari gitar tersebut. Dan inilah spesifikasi lengkapnya,
  • Mahogany body with carved Maple top
  • Mahogany neck with traditional "thick" profile
  • Bound rosewood fingerboard with trapezoid Inlays
  • Dual P-90 humbucking pickups in the neck and bridge positions
  • Chrome, wraparound trapeze tailpiece matching Les' 1952 patent
  • TonePros™ vintage-style tuners with 16:1 ratio

Gitar ini hanya dibuat sebanyak 400 unit saja, dan akan dijual secara paket bersama buku Les Paul, jaket varsity, kaos Gibson "Factory Craftman", dengan harga sekitar Rp 48,000,000. Bagaimana, niat membeli?

Comments

Popular posts from this blog

Kisah dan Mitos di Balik Logo Apple

Apple Logo Steve Jobs dan Steve Wozniak, bersama memikirkan nama untuk perusahaan mereka. Jobs menginginkan sebuah nama yang sederhana. Sementara Wozniak menginginkan nama itu terdengar keren dan bernuasa elektronik. Wozniak lalu mengusulkan nama “Enterprise Computers.”“Tidak,” Jobs tak suka nama itu, dia sangat menolak. “Tidak boleh berbau StarTrek.” Ia memacu laju mobil yang sedang dikendarai, mengancam akan menabrakannya ke pohon jika sampai nama itu dipakai.“Baiklah… baiklah… Pelan-pelan,” pinta Wozniak. Jobs melambatkan laju mobil. Ia menegaskan perusahaan itu butuh nama yang saat seseorang melihatnya, dia ingin membeli produknya. Hening sejenak, dan… terlontar lah nama “Apple.”Wozniak terkejut. “Apple? Seperti buah?”“Buah dari kreasi, Apple. Itu sederhana, tapi kuat.”Demikianlah salah satu adegan di film "Jobs," di mana kedua pendiri Apple itu berdebat untuk memilih nama perusahaan.  Nama itu disepakati Jobs dan Wozniak saat keduanya dalam perjalanan menghadi...

Music Digital

Digital Music ( Musik Digital) adalah reproduksi suara dari sinyal digital yang telah dirobah keasalnya menjadi sinyal analog, perekaman suara digital dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perobahan sinyal suara analog dengan bantuan frekwensi sampling. Musik digital bisa juga berasal dari suara sintetis, contoh peralatan sumber suara sintetis MIDI merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang bisa dimainkan oleh pemusik. Bentuk penyimpanan sinyal digital dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas. Sejarah Singkat Perkembangan Format Musik Awalnya, piringan hitam merupakan sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc. Ide ini berasal dari Charles Cros dari Perancis pada tahum 1887. Namun sayangnya tidak pernah terwujud. Pada tahun yang sama, Thomas A. Edison menemukan Phonograph (pemutar piringan h...

Little Old Man, Sebuah Cerita Fantasi Dari Caessaria (Official Release)

Inilah kami, Caessaria. Terbentuk pada tahun 2020, beranggotakan Arin sebagai vokalis, Roby Satria dan Supernova sebagai pengisi gitar utama.  “Caessaria adalah grup band yang terbentuk dengan tema “a fantasy story, based on reality”. Arin berperan sebagai vokalis, penulis novel, dan seorang tarot reader. Dari semua itulah, Arin kemudian mengisi vokal untuk menyempurnakan Caessaria”, ujar Roby yang juga berperan sebagai music producer. Roby menambahkan, “Caessaria beranggotakan tiga personil. Namun hanya Arin yang kita tampilkan di depan publik. Saya dan Supernova berperan di belakang. Jadi konsep dari Caessaria memang dibuat se-original mungkin,”  Caessaria adalah sebuah cerita fantasi yang diadaptasi dari cerita novel, yang kemudian dirangkai oleh Arin dengan konsep kartu tarot. Di sini diceritakan Roby menjelma sebagai Hope, dan Supernova menjadi Black Rose. Untuk memulai kisah fantasi ini, “Little Old Man” terpilih menjadi pembuka dari album yang akan dirilis nanti. Menuru...