Skip to main content

Berapa Banyak Musisi Yang menggunakan iPad? Ini Jawabannya

"...masih ada beberapa puritan yang mencari solusi canggih untuk membuat musik..."


Teknologi  di zaman sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan. Manusia sudah bergantung pada teknologi, akuilah bahwa sesaat setelah bangun tidur dan sebelum beranjak tidur kita selalu menyentuh gadget. Tetapi, hanya sebagian jenis orang yang menggunakannya dengan tepat, sebagai sarana penyalur ide dan kreatifitas. Salah satunya adalah musisi.

Siapa saja musisi yang menggunakan iPad? Itu adalah pertanyaan yang tak lagi sahih. Namun, jika pertanyaannya kita ganti dengan, Berapa banyak? Nah, itu baru akurat. Mari kita telaah.

Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Facebook's Advertising Tool, sekitar 7,5% dari gitaris, bassis, pianis, dan vokalis di seluruh dunia sudah memiliki iPad. Pianis berada di urutan pertama dalam menggunakan iPad, dan basiss di urutan terendah.

Inilah data statistik yang dibuat oleh Kensington.com


Mengapa menggunakan iPad? Ayolah, dengan menggunakan alat ini kamu tak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli sejumlah synthesizer, aplikasi Animoog dan KORG iKaossilator dapat membuatmu bermain layaknya keyboardis Dream Theater, Jordan Rudess. Atau jika kamu seorang gitaris maka hanya dengan mengunduh Amplitube maka kamu dapat memiliki puluhan stompbox dan amplifier tanpa harus memenuhi kamarmu.

Jordan Rudess mengatakan pendapatnya tentang iPad kepada MacLife, "Kita hidup dalam era dimana distorsi adalah raja. Dan sementara masih ada beberapa puritan yang mencari solusi canggih untuk membuat musik, saya sudah memberanikan diri untuk menggunakan iPad dalam konser Dream Theater, dan selama ini belum ada yang mengeluh!"

Jadi, apa yang akan kau lakukan dengan iPad-mu sekarang?
Sumber: Kensington, MacLife

Comments

Popular posts from this blog

Kisah dan Mitos di Balik Logo Apple

Apple Logo Steve Jobs dan Steve Wozniak, bersama memikirkan nama untuk perusahaan mereka. Jobs menginginkan sebuah nama yang sederhana. Sementara Wozniak menginginkan nama itu terdengar keren dan bernuasa elektronik. Wozniak lalu mengusulkan nama “Enterprise Computers.”“Tidak,” Jobs tak suka nama itu, dia sangat menolak. “Tidak boleh berbau StarTrek.” Ia memacu laju mobil yang sedang dikendarai, mengancam akan menabrakannya ke pohon jika sampai nama itu dipakai.“Baiklah… baiklah… Pelan-pelan,” pinta Wozniak. Jobs melambatkan laju mobil. Ia menegaskan perusahaan itu butuh nama yang saat seseorang melihatnya, dia ingin membeli produknya. Hening sejenak, dan… terlontar lah nama “Apple.”Wozniak terkejut. “Apple? Seperti buah?”“Buah dari kreasi, Apple. Itu sederhana, tapi kuat.”Demikianlah salah satu adegan di film "Jobs," di mana kedua pendiri Apple itu berdebat untuk memilih nama perusahaan.  Nama itu disepakati Jobs dan Wozniak saat keduanya dalam perjalanan menghadi...

Music Digital

Digital Music ( Musik Digital) adalah reproduksi suara dari sinyal digital yang telah dirobah keasalnya menjadi sinyal analog, perekaman suara digital dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perobahan sinyal suara analog dengan bantuan frekwensi sampling. Musik digital bisa juga berasal dari suara sintetis, contoh peralatan sumber suara sintetis MIDI merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang bisa dimainkan oleh pemusik. Bentuk penyimpanan sinyal digital dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas. Sejarah Singkat Perkembangan Format Musik Awalnya, piringan hitam merupakan sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc. Ide ini berasal dari Charles Cros dari Perancis pada tahum 1887. Namun sayangnya tidak pernah terwujud. Pada tahun yang sama, Thomas A. Edison menemukan Phonograph (pemutar piringan h...

Little Old Man, Sebuah Cerita Fantasi Dari Caessaria (Official Release)

Inilah kami, Caessaria. Terbentuk pada tahun 2020, beranggotakan Arin sebagai vokalis, Roby Satria dan Supernova sebagai pengisi gitar utama.  “Caessaria adalah grup band yang terbentuk dengan tema “a fantasy story, based on reality”. Arin berperan sebagai vokalis, penulis novel, dan seorang tarot reader. Dari semua itulah, Arin kemudian mengisi vokal untuk menyempurnakan Caessaria”, ujar Roby yang juga berperan sebagai music producer. Roby menambahkan, “Caessaria beranggotakan tiga personil. Namun hanya Arin yang kita tampilkan di depan publik. Saya dan Supernova berperan di belakang. Jadi konsep dari Caessaria memang dibuat se-original mungkin,”  Caessaria adalah sebuah cerita fantasi yang diadaptasi dari cerita novel, yang kemudian dirangkai oleh Arin dengan konsep kartu tarot. Di sini diceritakan Roby menjelma sebagai Hope, dan Supernova menjadi Black Rose. Untuk memulai kisah fantasi ini, “Little Old Man” terpilih menjadi pembuka dari album yang akan dirilis nanti. Menuru...