Thursday, May 25, 2017

#BualMusikVol10 : Dekade pertama perjalanan musical TROYA Band

Troya Poster
Tak banyak band lokal yang bisa berumur cukup panjang sehingga satu dekade. Troya band, merupakan salah satu dari sekian banyak band lokal yang berhasil mencapai umur tersebut. Beberapa waktu lalu Erhan.ID mendapatkan kesempatan untuk wawancara dengan mereka.  Silahkan disimak obrolannya dibawah ini : 


Bisa diceritakan awal mula sejarah troya terbentuk?

Troya terbentuk pada 2007 tepatnya 6 Agustus. Berawal dari keinginan sang gitaris (Jimmy) untuk membuat music yang berbeda dari band yang sudah ada sebelumnya. Dipertemukan dengan bassist sekarang (Endri) disuatu event dan menceritakan tentang keinginannya tersebut dan setuju untuk bergabung. Sinergi keduanya menjadi formasi awal Troya. Berhubung masih  terjadi kekurangan beberapa personil akhirnya direkrut drummer dari band Jimmy sebelumnya. Format awal berdiri band ini terdiri dari dua gitaris,satu bassist dan drummer. Sedangkan Bagian vocal diisi sementara oleh Jimmy sambil menemukan vokalis tetap. Format ini tidak lama bertahan dikarenakan gitarisnya keluar dari band. Setelah itu terjadi pergantian format dengan Vokalis diisi oleh orang baru dan Jimmy fokus di sector gitar. Dua kali pergantian di sector vocal dan pada tahun 2009 mempertemukan troya dengan Tiwi dan formasi inilah yang solid sampai saat ini.
Filosofi nama troya apa ?
Troya diambil dari filosofi perang Trojan horse (Kuda Troya). Sejarahnya adalah bentuk penyerangan dari dalam dan kaitannya ke music kami adalah kami inginnya memperkenalkan music Troya dari dalam sehingga orang-orang Addict dengan musik kami.

Beberapa waktu lalu merilis single skeptical, Makna skeptical bagi troya apa?
Skeptikal ini sebenarnya sangat berbeda dengan album Awakening Dream. Berbeda dari sisi music,lyric dan komposisi musiknya secara umum . Hal Ini juga sebagai wujud baru Troya dan untuk pembuka album selanjutnya.
Album penuh pertama,Fungsinya sebagai apa? Wujud pencarian jati diri atau coba-coba?
Album pertama kami bukan sebagai wujud pencarian jati diri dan coba-coba. Ketika proses album berjalan kami niatnya membuat music yang kami senangi dan direkam dalam sebuah Album. Kalau seandainya musiknya berbeda dengan sekarang lebih kepada eksperimen hal-hal diluar kebiasaan yang kami senangi.The awakening dream berfungsi sebagai milestone Troya dalam berkarya dan juga untuk memperkenalkan kehadiran Troya kepada Indonesia dan Dunia.
Musiknya Troya itu sebenarnya apa? Genre dan influencenya siapa?
Dasarnya musik Troya itu Rock,berkembang ditambah sentuhan menjadi modern rock dan pop rock. Untuk lebih detailnya susah juga dijelaskan terutama setelah single terbaru ini ada unsur Ambience dan Full of Reverb dan delay. Influncenya ada sedikit paparoach,alterbridge,Avril Lavigne,Pvris,Flyleaf dan one ok rock.
Tahun ini tepat 1 Dekade berkarya,Bisa diceritakan pahit dan manis menjalaninya?
Harus diakui perjalanan Troya ngeband cukup panjang terutama ketika flashback lihat beberapa dokumentasi banyak band seangkatan yang sudah vakum dan tidak bermusik lagi. Cukup bangga dan kaget bisa melihat Troya masih bisa manggung dan merilis album,single.
Kalau kita analogikan umur 10 Tahun ini ibaratkan seorang anak,mungkin sudah SD kelas 3 atau 4 SD . Apakah sudah diketahui bagaimana Jati diri dan bakat anak tersebut?
Deskripsi jati diri masih agak ambigu juga ya,keinginan kami 4 sampai 5 tahun belakangan ini semakin jelas dan kuat untuk berkarya dan memperluas pendengar. Memperluas karya tidak hanya di Pekanbaru dan Indonesia saja bahkan Internasional juga. Selain itu juga ada harapan untuk bisa menginspirasi banyak orang dengan music Troya baik penikmat atau sesama musisi.
Kira-kira Troya sudah menginspirasi ?
Kami tidak bisa menjawab tentang itu mungkin orang lain yang bisa menjawab. Harapan untuk bisa menginspirasi itu ada walaupun masih sedikit sudah dilakukan,masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan untuk memenuhi hal itu.
Bagaimana cara Troya dalam menjalin hubungan dengan Penggemarnya? Apakah Troya tau siapa saja penggemarnya ?
Kami menyebut para Fans dengan WeareTroya. Soal kedekatan terbantu melalui social media seperti Instagram,Facebook. Terkait jumlah secara detil dan jelas belum terorganisir dan menjadi PR buat kami.
Sampai saat ini masih Indie ?
Sampai saat ini kami masih Produksi,Promosi dan publikasi secara sendiri terlepas dari apapun namanya.
Masih kuat dengan Indie? Ada kemungkinan berubah ?
Flexible,kami pernah mencoba ke beberapa major label dan belum mendapatkan hasil. Semua kemungkinan masih bisa terjadi dan kami tidak mau menetapkan diri terlalu dini.

10 Tahun bukan waktu yang sebentar,bagaimana kiat Troya dalam menjaga solidaritas Band ?
Tidak mudah,tapi bukan berarti tidak bisa. Pada intinya saling mengerti satu sama lain dan bisa toleransi,komunikasi dan pengertian. Hal terpenting juga adalah Flashback awal mula kita melangkah sehingga  setiap personil akan mengingat banyak hal yang dijalani bersama.

Target dalam waktu dekat ini apa?
Dalam waktu dekat ini promosi Skeptikal video lyric di youtube dan Bulan depan official video. Akhir tahun ini juga akan merilis single baru sekaligus mengumpulkan materi album baru untuk di produksi tahun depan.

Pesan buat musisi dan wearetroya?
Buat teman Musisi yang penting terus berkarya,saling menghargai dan tidak perlu sikut-sikutan. Selain itu juga lebih bagus saling berbagi seperti relasi,link dan sound atau proses recording. Mari sama-sama kita maju dan rangkul bersama untuk memajukan music Pekanbaru. Untuk wearetroya dan semua penikmat troya semoga bisa suka dengan materi lagu ini dan menyebarkan racun ini kesemua orang. Someday semoga kita bisa buat acara untuk menjalin kedekatan antara Troya dan wearetroya.
Demikian Obrolan dengan Band Troya untuk #BualMusikVol10. Lebih dekat dengan mereka di Official Instagram dan Youtube . Keep Support musisi lokal.


Sunday, May 21, 2017

Perjuangan Freza itu mulai membuahkan hasil

Copyright Liputan6.com

Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian
Bekerjalah dahulu, berjuanglah dahulu
Baru kemudian bersenang-senang


Penggalan lirik lagu perjuangan dan doa karya Rhoma Irama itu layak disematkan kedalam kisah hidup dan perjuangan Freza dalam dunia musik. Perjalanannya merintis karir mulai dari panggung festival lokal hingga mancanegara  telah dijamahnya. Dengan kualitas vokal yang mumpuni dan memiliki ciri khas yang unik, Freza seolah Raja disetiap panggung yang dia singgahi.

Perjalanan bermusiknya dilalui tidak hanya berbekal kemampuan vokal dan musikalitasnya secara individualis. Freza menemukan seorang manajer yang merangkap publisis karyanya sehingga banyak orang bisa menikmati karya yang dia hasilkan. Roni Azhar adalah orang yang dipercaya Freza untuk menangani hal-hal non teknis didalam perjalanan musiknya tersebut. Idealisme keduanya tergabung kedalam suatu ekosistem musik yang bernama Frezamusik. Didalam ekosistem tersebut, kerja tim keduanya terbentuk dan siap untuk menjalani berbagai proses dalam dunia musik ini.

Selain kualitas yang mumpuni, Konsistensi merupakan salah satu kata kunci dalam perjalanan bermusiknya sampai saat ini. Dengan bantuan Roni sebagai manajer merangkap publisis karyanya, hampir selama 11 Bulan belakangan ini setiap kegiatan bermusik dan portofolio karyanya telah didokumentasikan dengan baik oleh manajernya ini. Selain itu, sosial media sebagai salah satu media promosinya juga telah dikelola dengan baik secara bersama oleh keduanya. Simbiosis mutualisme antara keduanya membuat Frezamusik solid dan semakin kuat untuk masuk ke industri musik Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu Freza dengan bendera Frezamusik ikut serta diajang Bintang Panggung Asik 2017. Event yang diselenggarakan secara kolektif antara Vidio.com dan Kartu As Telkomsel ini merupakan sebuah ajang mencari bakat baru di dunia tarik suara. 5000an video ikut berpartisipasi didalam ajang tersebut, dan dipilih 5 Video yang memiliki musikalitas terbaik oleh dewan juri terdiri atas Naga Lyla,Enda Ungu dan Trio Macan. Berbekal kualitas yang bagus, Freza terpilih menjadi 5 grand finalis yang akan bertarung di Jakarta. 

Setelah terjadi duel yang cukup mendebarkan antara ke limanya, Freza dinobatkan sebagai juara pertama dalam ajang tersebut. Dengan statusnya sebagai jawara, Freza berhak untuk mendapatkan hadiah uang tunai senilai 30 Juta Rupiah dan juga tawaran kontrak bersama label rekaman terkemuka di Indonesia. Trinity Optima Production merupakan label rekaman yang akan bekerja sama dengannya. Label ini juga  menaungi Afgan,Maudy Ayunda,Armand Maulana,Ungu dan beberapa artis top Indonesia lainnya. Dalam kerjasamanya tersebut Freza dan Trinity menggarap sebuah single yang akan dipromosikan dibawah label tersebut.

Freza mengajarkan kepada kita semua bahwa kerja keras dan konsistensi tidak akan pernah membohongi hasil yang akan diraih. Selain itu juga badai atau jalan terjal pasti akan ditemui sepanjang perjalanan tersebut, tetapi mentalitas juara dan kerja tim yang solid adalah hal yang sangat terpenting. Terakhir, mari kita berdoa untuk kesuksesan dan kelancaran proses kerjasamanya bersama Trinity Optima Production dan hal ini merupakan awal dari hari yang cerah baginya. Buat bangga musisi Pekanbaru wak 😋 

Thursday, May 18, 2017

#BualMusikVol9 : Album Baru,Musikalitas bermusik As I May (Finland)


As I May Poster


Hallo As i May, Bisa diceritakan siapa As I May ? 

As I May adalah sebuah band yang bergenre Finnish Metalcore dan Hardcore Metal yang berbasis di Mikkeli sebuah Kota kecil di Finlandia. Band kami terbentuk sekitar awal tahun 2016. 

Bagaimana sejarah awal mula band ini terbentuk ? 


Band Ini terbentuk karena beberapa botol Bir dan dalam keadaan mabuk.
Mabuk dan bir,bisa diceritakan lebih detil ? 
Pada suatu malam kami pernah nongkrong bareng disebuah bar di Mikkeli dan semuanya dalam keadaan mabuk berat. Didalam keadaan mabuk tersebut terlintas sebuah pikiran untuk membuat sebuah musik yang ingin kita dengarkan dan tidak perlu terlalu spesifik di genre tertentu. 
Personil As I May siapa saja ? bagaimana cerita perjumpaan kalian sehingga membentuk band ? 
Lassee (Gitar,Scream), Jani (Gitar,Vokal),Ville (Drum) kami saling berteman sejak kecil sampai sekarang. Sudah sekitar 20an tahun kami saling mengenal dan berteman. Agustus 2016 Juon bergabung mengisi sektor Bass dan menambah suasana baru bagi band. 
Apa kegiatan As I May belakangan ini ? 
Kegiatan kami belakangan ini adalah mengisi beberapa acara dikota kami dan juga promo untuk album terbaru yang telah launching pada 31 maret kemarin. 
Album Baru,bagaimana bentuk dan proses kreatifnya ? 
Album kami ini bernama Speak No Evil. Terdiri atas 5 track yang dihasilkan secara bersama oleh masing-masing personil As I May. Genre yang kami terapkan masih diantara metal dan heavy metal. 
Apa bentuk karya yang kalian hasilkan ? album fisik atau digital ? 
Bentuk karya kami dapat dinikmati dalam album fisik dan juga digital. Hampir di seluruh platform digital terkenal seperti Spotify,Itunes,Deezer dan Amazon.com bisa didapat album terbaru kami. 
Speak No Evil Artwork

Pencapaian apa yang pernah diraih selama ngeband ? 
Kami pernah dinobatkan sebagai band of the week oleh salah satu radio lokal dan sepertinya mereka memberikan kepercayaan lebih kepada single disease yang merupakan salah satu track di album terbaru kami.
Musik menurut As I May apa ? 
Menurut kami musik itu adalah kombinasi dari serangan,sikap dan melodi yang bagus. 
Bagaimana menjalin komunikasi ke fans ?
Hampir semua sosial media kami punya seperti Instagram,Facebook,Twitter dan Youtube . Semuanya terdaftar atas nama As I May dan disana kami berintraksi dengan setiap Penggemar.

Demikian Interview bersama Band As I May yang berasal dari Finlandia untuk Program #BualMusikVol9 kali ini. Tunggu terus postingan terbaru di Erhan.ID dan jangan lupa tinggalkan kritik dan saran 😊.

Wednesday, May 17, 2017

Scaller sang Rookie of the year 2017

Copyright Scaller Youtube
Rookie pada dasarnya adalah sebuah istilah dalam bahasa asing yang memiliki arti pemula atau pendatang baru. Rolling stone sebagai sebuah majalah musik ternama telah membuat sebuah kategori khusus untuk mengapresiasi setiap musisi pendatang baru dengan memberikan penghargaan bernama Rookie of the year selama beberapa kurun waktu belakangan ini.

Tahun 2017 menjadi giliran Scaller untuk menerima penghargaan ini, pada tahun sebelumnya Kelompok Penerbang Roket merasakan indahnya kemenangan  mendapatkan penghargaan tersebut.  Scaller merupakan duo rock alternative asal Jakarta yang digawangi oleh Reney Karamoy (gitar/vokal) dan Stella Gareth (vokal/synthesizer). Musik yang dibawakan akan menarik mundur setiap pendengar ke era 90-an dengan vokal Stella yang mirip Alanis Morrisette. Selain itu juga jejak musik 80 an yang digabung dengan musik modern terasa samar-samar dapat dinikmati oleh setiap penikmat karyanya.

Band yang terbentuk sejak tahun 2012 di Jakarta ini telah melahirkan 2 album penuh yaitu 1991 pada tahun 2013 dan Senses pada tahun 2017. Kedua album ini memiliki benang merah sebagai sebuah bentuk implementasi musik Rock yang kekinian.

Scaller 1991 Artwork
Album pertama mereka bertajuk 1991 merupakan salah satu bentuk kecintaan masing-masing personil pada era 90 an yang menjadi sebuah revolusi dalam dunia musik. Album yang rilis dibawah label musik Demajors ini berisikan 5 track yang terdiri dari : 
  1. Live and Do
  2. Dreamer
  3. Stay on the Track
  4. M.I.B ( Mind In Battlefield)
  5. Time’s Full of You
Setelah mini album mereka sukses memikat para penikmat musik Indonesia dan berhasil mendapatkan nominasi Indonesian Choice Award untuk Breakthrough Artist of The Year dan mendapatkan Rookie of The year, mereka merilis album baru bertajuk Senses pada awal tahun 2017. Album ini menjadi sebuah kejutan kepada semua pendengar Scaller karena terjadi beberapa perubahan komposisi musik dibanding album sebelumnya. Walaupun terjadi beberapa perubahan komposisi tetapi hal ini tetap tidak meninggalkan ciri khas musik Rock ala Scaller. Album ini berisi 9 Track yaitu : 

Scaller Senses Artwork
  1. The Alarms
  2. Flair
  3. Move in Silence
  4. Senses 
  5. Three Thirty 
  6. A Song 
  7. The Youth 
  8. Upheaval 
  9. Dawn Is Coming
Dengan melihat 2 album yang telah mereka hasilkan,sangat layak dinanti bagaimana bentuk kualitas dari album selanjutnya. Harapan dari kita semua semoga Scaller bisa menjadi titik cerah untuk musik berkualitas di Indonesia dan menjadi dapur pacu bagi musisi lain.



Friday, May 12, 2017

4 Gerakan Dalam Musik Metal


1. Headbanging

Headbanging adalah adalah jenis tarian yang melibatkan kekerasan, menggelengkan kepala beriringan dengan musik gerakan mengayun-ayunkan kepala sambil mendengarkan musik yang biasanya adalah musik musik keras seperti heavy metal, death metal, trash, rock, dan sejenisnya (belum pernah liat orang headbanging pake musik melayu, najis pastinya). istilah “Headbanger” diciptakan saat tur pertama Led Zeppelin AS pada tahun 1969. Selama pertunjukan di Boston Tea Party, penonton anggota di baris pertama membenturkan kepala mereka terhadap panggung seirama dengan musik. yang jelas headbanging itu lebih asik dari pada baca buku pelajaran.

Ada berbagai gaya headbanging. Berbagai gaya sering dicampur bersama-sama sesuai selera dan tempo dan berat musik. Mereka juga dapat melakukan dengan mata tertutup atau kombinasi dg gerakan tangan seperti tanda tanduk, bernyanyi, berteriak, dan sinkronisasi bibir. Headbangers biasanya nge-bang dengan kepala, mengurangi ketegangan pada leher dan membuat gerakan tubuh dalam mode, serpentin up-dan-down untuk musik. Ada sejumlah sikap yang berbeda Headbanger bisa diadopsi, dari sikap yang luas dengan satu kaki jauh di depan daripada yang lain untuk kaki lebar untuk kedua sisi. Sikap yang dipilih biasanya ditentukan untuk mendapatkan dasar terbaik bagi Headbanger untuk menjaga keseimbangan dan menghindari terjatuh.

Ada beberapa jenis head banging diantaranya :

  1. The Up And Down : jenis headbanging yang sering di gunakan dengan mengayunkan kepala keatas dan kebawah.
  2. Circular Swing (WindMill) : gerakannya mengayunkan kepala tetapi dengan berputar sehingga akan terlihat seperti kipas.
  3. The Whip : Hampir mirip dengan Windmill perbedaannya ada sedikit gerakan naik turuk dari seluruh badan sementara kepala tetap mengayun berputar
  4.  Drunk Style : Kepala mengayun secara tak menentu, gerakannya seperti orang mabuk.
  5.  Side To Side : Gerakan mengayun kepala dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
  6. The Whiplash : Gerakan Mengayun dari atas kebawah tapi dengan kecepatan penuh sehingga wajah si headbanger menjadi terlihat kabur.
Tapi headbanging di isukan memiliki efek yang buruk karena beberapa kasus headbanging mengakibatkan stroke, patah tulang leher, lecetnya pelipis mata, sakit kepala, yah itu sih urusan yang sakit yang penting selagi kalian sehat lakukan headbanging secukupnya aja jangan terlalu bernafsu, apalagi bergairah..hehe.

Gerakan mengocok kepala ke atas dan bawah pada musik Rock dan Heavy Metal yang disebut Headbanging ternyata berbahaya. Kelihatannya memang asyik dan seru untuk dipraktekkan, namun akibat yang ditimbulkan bukan main-main. Stroke dan cedera leher berat adalah beberapa dampak yang pasti dialami penggemar Headbanging.

Headbanging sendiri dibagi dalam beberapa macam gerakan. Seperti memutar searah, kiri dan kanan, setengah badan, full body dan atas bawah. Yang lebih gawatnya, yang melakukan Headbanging bukan cuma para musisi namun juga para fans juga ikut-ikutan ber Headbanging ria. Padahal, gerakan mengocok kepala itu bisa mengakibatkan luka serius pada kepala dan leher.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Andrew McIntosh, pakar biomedical and injury di University of New South Wales, Sydney, Australia. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa rata-rata lagu headbanging mempunyai tempo 146 beats per menit (bpm). Bahkan ada yang diatas 180 bpm. Hali itu dapat menyebabkan kepala pusing, terutama dengan gerakan 75 derajat ke atas dan bawah.

Sementara itu, risiko cedera leher dimulai saat tempo 130 bpm. Sebab, beats tersebut sudah melampaui limit toleransi manusia. Pantas saja headbanging di atas tempo 130 bpm dapat menyebabkan stroke.

Melihat betapa berbahayanya gerakan kocok kepala itu, McIntosh mewanti-wanti para headbangers. Mereka mengidentifikasikan terjadinya luka traumatik pada otak yang disebabkan headbanging. Mereka bahkan mengeluarkan peringatan ke publik luas mengenai headbanging ini layaknya peringatan merokok. saking gencarnya pesan itu, sampai muncul bahan bercandaan. Kalau memang ngotot ingin headbanging, lebih baik memakai neck braces alias penyangga leher yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya luka.


2.MOSHING

Moshing

Moshing mengacu pada tindakan di mana penonton pada pertunjukan musik saling menabrak satu sama lain bertujuan untuk hiburan. Hal ini paling sering dikaitkan dengan konser yang menampilkan genre musik yang lebih agresif, seperti hardcore punk.

Moshing terutama terjadi pada pertunjukan live, meskipun dapat dilakukan untuk rekaman musik. Dalam, tahun 2000-an banyak variasi moshing yg ada, seperti “menjerit,” atau terasa lebih ekstrim “Wall of Death” dan biasanya dilakukan di suatu area di depan panggung yang disebut sebagai mosh pit atau hanya lubang.

Di antara para musisi pertama publik yg mempermasalahkan moshing adl penyanyi punk lama dan penulis lagu Ian MacKaye, pendiri Dischord Records, vokalis untuk band mani seperti Minor Threat, dan promotor awal dari gaya hidup straight edge. Dimulai pada akhir 1980-an, selama waktu dengan Fugazi, MacKaye menjadi terkenal karena oposisi untuk “menari kekerasan” di pameran (walaupun memiliki pergi dalam catatan telah melakukannya selama tahun 1981 kinerja Takut Halloween di Saturday Night Live).

Pada 1990-an, band seperti The Smashing Pumpkins juga mengambil sikap terhadap moshing, berikut beberapa insiden terutama tragis. Pada acara Pumpkins 1996 di Dublin, Irlandia, 17 tahun Bernadette O’Brien hancur oleh anggota kerumunan moshing dan kemudian meninggal di rumah sakit, meskipun peringatan dari band yang orang terluka. Singer Billy Corgan adalah terdengar pada waktu lain di atas panggung mengatakan atas nama band-nya:
“Saya hanya ingin mengatakan satu hal kepada Anda, Anda muda, kuliah lughead-jenis. Aku sudah ‘orang-orang seperti Anda sluggin’ watchin sekitar orang lain selama tujuh tahun. Dan kau tahu apa? Ini omong kosong yang sama. Aku ingin kau mengerti bahwa di lingkungan seperti ini, dan dalam pengaturan seperti ini, itu cukup pantas dan tidak adil ke seluruh orang di sekitar Anda. Aku, dan kami, publik mengambil sikap.

Dalam insiden lain, Jessica Michalik meninggal karena sesak napas setelah hancur dalam mosh pit selama festival 2001 Australia musik Big Day Out. Temuan koroner ke dalam kematiannya mengkritik tindakan kerumunan mengontrol digunakan pada saat itu, dan juga mengkritik vokalis Limp Bizkit Fred Durst untuk “mengkhawatirkan dan inflamasi” komentar selama upaya penyelamatan.

At The Drive-In juga mulai berbicara menentang slam menari di pameran mereka, dan mereka frontman Cedric mulai menjadi terkenal karena berteriak-teriak anti-mosh pada Hari Big Out 2001 kejadian di mana dia mengembik di kerumunan orang seolah-olah mereka domba. band lainnya telah menyatakan berbagai tingkat ketidaksetujuan tentang lubang mosh. Mike Portnoy, ex drummer dan pendiri Dream Theater dan drummer saat Avenged Sevenfold, dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di situsnya, mosh pits digambarkan sebagai “masalah”


3. STAGE DIVING

Stage Diving

STAGE DIVING adalah tindakan melompat dari panggung konser ke kerumunan di bawah. Hal ini sering pendahulu kepada orang banyak surfing.

Awalnya dilihat sebagai konfrontatif dan ekstrim, stage diving telah menjadi umum di hardcore punk dan Metal Thrash pertunjukan. Banyak musisi telah membuat stage diving bagian dari aksi panggung mereka. Iggy Pop sering mempopulerkan stage diving dalam musik rock mereka.
Tahap menyelam dapat menyebabkan cedera serius. Salah satu contoh adalah ketika Peter Gabriel tahap Kejadian menyelam selama akhir lagu mereka “The Knife”, mendarat di kakinya, memecahkan mata kakinya.



4. CROWD SURFING

Crowd Surfing
Crowd Surfing menggambarkan proses di mana seseorang yang melintas di atas dari orang ke orang selama konser, memindahkan orang dari satu bagian tempat yang lain. Crowd surfer dilewatkan di atas kepala semua orang, dengan tangan semua orang yang mendukung berat badan seseorang. Pada kebanyakan konser dan festival para surfer orang akan dilewatkan ke arah penghalang di depan panggung oleh orang banyak, di mana mereka akan ditarik dari dan diletakkan di kaki mereka oleh penjaga keamanan. Kemudian, mereka akan dikirim kembali ke samping atau belakang kerumunan pada akhir penghalang atau mereka dapat keluar dari tempat (tergantung pada kebijakan diberlakukan).

Thursday, May 11, 2017

#BualMusikVol8 : Passion,Musik menurut Faqiho Maulana

Copyright Faqiho Maulana Instagram
Sosok multitalenta,sebutan ini layak diberikan kepada Faqih Okta Maulana atau akrab disapa dengan Faqih. Pembawa acara (MC),Musisi,Penyiar dan Standup Comedian merupakan beberapa kesibukan yang dijalani selama beberapa tahun belakangan ini. Disela kesibukannya itu Faqih besedia untuk berbagi beberapa hal tentang passion dan musik menurut sudut pandangnya.

Halo Faqih,Bisa diceritakan siapa sosok faqih ini ?
Saya adalah orang yang memulai karir dengan beberapa band Lokal Pekanbaru,Kemudian bersama beberapa teman tergabung di Standup Indo Pekanbaru dan kembali lagi membentuk band beraliran elektronik MJA Synthpop. Tapi sekarang disibukkan juga dengan menjadi Pembawa Acara (MC).
Bisa diceritakan bagaimana proses kreatif selama ngeband dan pencapaiannya apa saja ? 
Hampir disemua band aku ngisi bagian Gitar,dan salah satu prestasinya Spot Djantoeng pernah satu kompilasi sama band Navicula dan Cupumanik. Sedangkan Solecism pernah rilis single serentak di delapan Website Musik Indonesia. Di Cigarettes Wedding tidak begitu lama dikarenakan terkendala kegiatan akademis perkuliahan.
Tentang StandUp bagaimana proses kreatifnya ? 
Menurut aku Standup cocok untuk orang yang bertipe Egois atau Individualis. Bagi yang tidak bisa bekerja secara kolektif sangat cocok di Standup karena keberhasilan ditentukan upaya kita sendiri. Berbeda dengan Band, ketika punya lagu,frontmant dan konsep yang matang walaupun secara kualitas musik cuma ritmik biasa tapi pasti bandnya bisa maju.
Tentang MC gimana? bisa diceritakan proses perjalanannya. 
Mc dimulainya dari panggung Standup,awal mulanya waktu disuruh ikut openmic. Dikarenakan materi belum terlalu siap akhirnya cuma ngeMc dan akhirnya keterusan sampai sekarang. Terus berpindah ke Radio dan menerapkan pola seperti itu juga. Kenapa ilmu standup cocok karena di standup punya formula setup dan punchline yaitu ngebangun opini dan mematahkan opini. Cocok diterapkan di acara musik karena biasanya saat acara pas loading alat dan memakan waktu lama sampai 20 menit sehingga apabila Mc nya bisa memberikan sesuatu selain info produk pasti ada crowd yang bersedia mendengar.
Soal penyiar atau dunia broadcasting ?  
Tentang penyiaran karena kebetulan standup comedy dikasi slot siaran di sebuah Radio swasta satu program siaran. Dan pas lulus kuliah diajak sama satu tv lokal di kasi acara musik yang kebetulan produser acaranya pecinta musik cutting edge dan memiliki selera sama. Jadi semacam suatu keberuntungan. 
Dari beberapa kegiatan yang dijalani,yang paling favorit apa ? 
Aku termasuk beruntung bisa mengerjakan beberapa hal sesuai dengan hobi dan passion serta digaji pula karena itu. Soal yang terfavorit semuanya menjadi favorit.  Standup ketika bisa membuat ketawa pecah semua penonton,  MC ketika bisa kolaborasi dengan Mc yang lebih senior walaupun pengalaman sebagai MC masih sekitaran 2 Tahun. Semua sudah menjadi passion bagi aku sehingga senang aja ngejalani semuanya tanpa tekanan.
Musik menurut seorang faqih itu apa ? 
Musik menurut buku Sosiologi (anjeeerrrr) adalah bahasa universal. Tapi menurut aku pribadi moodbooster. Sama halnya ketika tahun 98 era pak Soeharto lagu cengeng di bredel atau dilarang penayangannya karena membuat cengeng dan bisa mematikan semangat juang anak bangsa. Dengan sebegitu besarnya ketakutan pemerintah akan hal itu, aku rasa karena ada alasan tersendiri dengan besarnya dampak yang dihasilkan sebuah lagu dalam mengendalikan mood orang baik move atau down. 
Lagu atau band Favorit sejak kecil ? 
Lagu yang sejak awal belajar gitar itu Dewa 19 Album bintang 5. Tapi seiring waktu aku sudah menikmati semua genre musik bahkan EDM sekalipun. Karena aku percaya setiap musik punya hook dan racunnya sendiri.
Musisi atau Influence di musik siapa ? 
Kalau menulis lagu aku suka Damon Albarn dari Blur,Kalau indonesia Jimmy Multazam dari Morfem dan The Upstairs.
Konser idaman yang ditonton live ? 
Artic Monkey sama The Libertines. Artic Monkey karena hampir semua lagunya hapal mulai dari album pertama mereka sampai sekarang . The Libertines karena mereka Musical Romance.
Sudah bisa menghasilkan apa aja dari musik ? 
Belum bisa menghasilkan apa-apa dari musik, karena aku masih membuat musik apa yang bisa aku buat bukan yang harus kubuat.
Project musik yang masih jalan ? 
MJA masih jalan bareng teman aku namanya Weli. Kami bikin musik synthpop mirip dengan yang kami dengar sejak era sekolah seperti Agrikulture,Goodnight Eletric. Setelah tamat kuliah baru dikulik bagaimana proses pembuatan musiknya dan bagaimana proses kreatif dalam menghasilkan musik seperti itu .
Next mau ngapain di MJA ? Serius bermusik disini ? 
Di MJA kami sudah mencicil beberapa track untuk album,cuma terkendala kesibukan masing-masing personil dan juga ada pergantian vokalis. Selain kesibukan aku sebagai MC dan Weli juga yang berkarir di Asuransi sehingga agak mengurangi intensitas pengerjaan Albumnya. Doakan akhir tahun MJA sudah ada album.
Soal Album,Fisik atau digital ?
Dua-dua nya bermanfaat sih dari sisi penikmat. kalau fisik bersifat collectible bisa menjadi sebuah koleksi dan sebuah kenangan agar bisa minta tanda tangan ke artisnya. Digital lebih ke kemudahan dalam menikmatinya bisa dimana saja. Kalau aku pribadi lebih menikmati album fisik,karena album fisik bisa di buat menjadi proses digital sedangkan digital tidak bisa dilakukan sebaliknya.
Gimana pendapat tentang Musik Haram ?  
Aku pernah nonton film Rhoma Irama di bagian ayah mertuanya melarang dia bermusik dikarenakan bermusik membuat diri dipenuhi hasrat keinginan untuk dipuji dan diagungkan. Kalau aku pribadi belum bisa memastikan ya karena bukan MUI, tapi menurut aku bermusik asal tujuannya benar yaitu berkarya dan menghibur banyak orang tidak perlu kita permasalahkan. Membuat orang lain senang itu Pahala . Seperti aku nonton Weezer sama Morrissey tiba-tiba menangis bahagia. Hal itu juga kejadian ketika aku nonton OM PMR baru-baru ini.
Gimana Tentang Scene Musik lokal baik Pekanbaru maupun Indonesia? 
Kalau Pekanbaru menurut aku perbedaan poros scene terjadi pas awal kuliah tahun 2009 dimana easycore,hardcore dan melodic punk menjadi penguasa era segitu. Sedangkan sekarang lebih ke Folk,Indiepop yang mendapatkan tempat disini tapi bukan berarti juga musik keras hilang dari peredaran ya. 
Scene Lokal Indonesia ?
Aku bersyukur musik cutting edge yang diperjuangkan dari 2007 sampai sekarang sudah diterima dengan baik di event-event. Mulai dari operator seluler,rokok dan produk lain mulai memperhitungkan fungsi musik cutting edge baik sebagai brand ambassador maupun pengisi event. Bahkan baru-baru ini band Kelompok Penerbang Roket didapuk sebagai brand ambassador oleh salah satu operator seluler besar Indonesia. Jangan lupakan brand Rokok juga yang  sudah banyak mensupport pergerakan musik termasuk EDM . Bahkan EDM sudah menjadi semacam musik pop yang  bukan hanya tampil di Club tapi sudah tampil juga di event sekolah dan Kampus. Soal musik Pop Melayu, sebenarnya masih banyak penikmat cuma sedang sedikit tergeser saja dan hal ini semacam antrian siapa yang mendapatkan kue terbesarnya dan kebetulan sekarang Folk mendapat kuenya.
Apa musik yang kira-kira orang tidak menyangka bahwa seorang faqih menikmati itu ? 
Percaya atau tidak aku sangat menikmati Bintang 14 Hari Kangen Band, Dodi cukup berhasil menciptakan hook racun dilagu itu. Musisi lain yang aku nikmati yaitu Rita Sugiarto karena lagunya ngenes, tetapi kekuatannya juga karena mempunyai lirik yang real dan autentik sesuai dengan kondisi Indonesia. Selain itu aku masih menikmati Spice Girls karena menurut aku mereka satu-satunya girlband yang belum bisa ditandingi selama kurun 20 tahun kedepan ini.
Terakhir Pesan-pesan kepada setiap Musisi baik sebagai Musisi sendiri atau Penikmat ?  
Dari sisi penikmat aku berharap ke setiap musisi punya rilisan Fisik sehingga setiap penikmat gampang untuk menikmati musiknya. Tidak hanya berbentuk album musik tetapi merchandise dan hal lainnya juga perlu dipersiapkan. Permudahlah kami sebagai fans untuk support kalian semua. Dari sisi Musisi aku mengajak kepada semua musisi untuk sama-sama berkarya,senggol-senggolan biasa yang penting tetap berkarya.
Demikian obrolan untuk #BualMusikVol8 kali ini,lebih dekat dengan faqih di instagramnya @FaqihoMaulana dan MJASynthpop . Tunggu #BualMusik minggu depan ya,Keep Support Local Musician 😀

Saturday, May 06, 2017

Rekaman video jelek Handphonemu itu gakada guna !

Doc Pribadi
Merekam penampilan musisi saat konser sudah jadi kebiasaan penonton zaman sekarang. Hampir setiap gigs atau konser bisa ditemukan fenomena menyebalkan yang dilakukan oleh beberapa orang atau hampir semua crowd konser tersebut.

Fenomena ini terjadi dalam kurun waktu belakangan ini dimana kecanggihan smartphone dan sosial media membuat sebuah keharusan agar memberikan informasi ke dunia sedang menikmati konser apa dan berlokasi dimana. Fenomena ini kebanyakan terjadi kepada millenials, dimana menonton konser itu sebagai sebuah media pamer kepada temannya bahwa dia punya selera musik bagus dan sebagai  citra "Anak Gigs atau Anak Konser". Hal seperti ini menjadi sebuah aturan tak tertulis  dan sebagai ajang meningkatkan harga diri bagi mereka. Permasalahan yang lebih miris lagi kebanyakan mereka sendiri tidak tahu secara menyeluruh karya dari musisi yang mereka hadiri gigsnya tersebut sehingga tujuan kedatangannya hanya sebagai sebuah kekerenan belaka.

Ilustrasi
Bukti maraknya kebiasaan buruk ini terjadi dapat dilihat dengan adanya ratusan foto amatir yang berkualitas lumayan, ada yang disebut jelek pun belum bisa. Begitu pula di situs Youtube, yang dibanjiri ribuan atau bahkan ratusan ribu video konser amatir. Ada yang bisa ditonton, ada yang bikin kuping budeg karena suara yang sember, ada yang bikin mata juling karena gambarnya goyang-goyang .

Berbagai alasan biasanya mereka utarakan kenapa mereka masih melakukan kebiasaan bodoh tersebut mulai dari agar takut lupa moment atau sekedar ada postingan updatean disetiap sosial medianya. Mereka melupakan bahwa hal yang mereka lakukan itu mengganggu kenyamanan penikmat konser lainnya. Selain itu juga apabila konser tersebut berbayar apakah tidak menjadi sebuah kerugian bagi dia sendiri membayar hanya untuk merekam dan diberikan kepada orang lain.

Banyak musisi dunia sudah mengecam kebiasaan buruk ini,sebut saja Adele,Guns n roses,Coldplay dan banyak lainnya. Hal ini dikecam selain karena merugikan musisi tetapi juga sebagai kerugian kepada penonton itu sendiri karena kurang menikmati konser tersebut dan membuat tidak ada kesan yang didapat selama menonton konser .

Dengan berbagai kerugian dari merekam penampilan konser tersebut sebenarnya setiap penikmat gigs itu sendiri harus sadar bahwa menikmati konser terbaik itu adalah dengan menggunakan panca indra bukan sebuah layar berukuran 4 atau 5 inch tersebut. Hal ini menjadi pengecualian ketika hadir ke sebuah gigs atau Konser sebagai seorang jurnalis atau publikasi lain ceritanya dimana itu adalah tanggung jawab pekerjaan.

Jadi dengan berbagai mudarat dari kebiasaan buruk tersebut mari bersama kita ubah perilaku buruk tersebut mulai sekarang. Mari sama-sama kita menikmati konser dengan mata dan telinga kita, sehingga bisa jadikan sebagai sebuah kenangan indah yang tak terlupakan kelak. Salam Penikmat Gigs Live 😎

Thursday, May 04, 2017

#BualMusikVol7 : Hijab,Fashion dan Musik menurut Mella Risya

Copyright Instagram @mellarisya
Di masa kini Hijab merupakan definisi lain dari Jilbab yang cara berjilbabnya sedikit mengikuti fashion. Para pengguna Hijab ini juga dikenal dengan istilah Hijaber. Episode kali ini Erhan.ID terlibat sebuah obrolan ringan dengan seorang Hijaber kondang bernama Mella Risya.

Hallo Mella,bisa di ceritakan siapa sih mella ini ?
Mella hanya seorang biasa (hahaa) suka ngeblog,suka makan,suka jalan-jalan,suka fashion. 
Soal Fashion atau Hijab,sejak kapan memulai itu ? 
Kalo hijab sejak kecil sudah menggunakan,berkutat di dunia fashion hijab awal kuliah tahun 2009 berawal dari eksperimen sendiri mix and match baju dan terus bergabung dengan teman-teman sehobi dan passion yang sama.
Berarti tergabung ke sebuah komunitas ya ? 
Sebenarnya dibilang komunitas gak juga ya,lebih ke teman-teman arisan dan kebetulan semuanya berhijab dan suka fashion. Kegiatannya palingan ngumpul-ngumpul,sharing,foto-foto bareng (OOTD) .
 Di beberapa postingan di Instagram terlihat postingan Travelling,itu gimana ?
Hobi sih,pengen jalan kemana mana pas ada rejeki langsung beli tiket. Rata-rata Backpacer tanpa tour & travel semua di urus sendiri dan riset sendiri.
Di beberapa postingan di Instagram terlihat juga senang menyanyi,bisa diceritakan proses kreatifnya
Aku dari dulu suka musik,belajar gitar kelas 2 SMP bahkan sempat tergabung dalam satu Band. Nyanyi dan main gitar, itu aja yang kadang-kadang di post selain tentang Hijab.
 Beberapa coveran lagu korea,fans kah ?
Bisa dibilang aku penggila Korea atau Korean Freak. Apalagi drama-drama korea sering punya Soundtrack yang bagus makanya sering aku Cover.
 Soal Gitar,Proses belajarnya Gimana ?
Proses belajar otodidak awalnya,beli buku dan kulik kunci dasar dan sedikit lumayan sejak tergabung dengan Band. Intinya bisa sih tapi gak jago banget. 
Belakangan lagi dengar Musik apa ? 
Palingan  The Chainsmokers, dan belakangan lagi menikmati twenty one pilot. Tapi kalau secara pribadi lebih ke tipikal Jazzy gitu karena lebih cocok ke suara aku.
Influence Bermusik siapa ? 
Alicia Keys,Mariah Carey dan Kelly Clarkson. Itu beberapa musisi yang aku ikuti sejak awal nyanyi.
Musik menurut Mella itu apa ? Kepengen serius di musik ?
Susah juga di jelasin ya,yang jelas I Love Music. Kalau di bilang for fun itulah intinya musik menurut aku. Soal menghasilkan karya sudah ada beberapa lagu sejak SMA dan pernah bikin Mp3 dan di sebarkan ke teman-teman dijadikan Ringtone aja udah senang. Gak muluk-muluk soal beginian.
Bagaimana pandangan Mella tentang wanita berjilbab tidak boleh terlalu aktif dimuka umum? atau punya pengalaman soal itu ?
Dulu banget pas SMP, yang menggunakan Hijab belum banyak dan bisa dihitung. Pas ngeband cewek semua dan berjilbab membawakan lagu Pop Rock. Syukurnya tidak ada yang terganggu soal itu justru mendukung dan di apresiasi ada band hijab dan berani tampil di umum. Palingan komplain saat pakaiannya terlalu ketat atau pendek.
Belakangan ini kan ngetren isu Musik Haram,nah gimana menurut Mella soal itu? 
Ada ya isu itu? baru tau aku. Tapi menurut aku pribadi dakwah aja ada disampaikan dengan media musik dan menurut aku selagi tujuannya menghibur orang lain dan diri sendiri tidak ada mudhorotnya ya.
Bagaimana Mella memandang kondisi Musik sekarang ? 
Menurut aku ada penurunan kualitas dibandingkan era Iwan Fals,Boomerang dan yang seangkatan. Zaman dulu materi musiknya lebih bagus dan menjaga kualitas sedangkan sekarang yang penting laku di pasaran.
3 Konser yang paling  ingin dikunjungi ? 
Ariana Grande,Coldplay,The Chainsmoker.
Ada Pesan kepada semua Musisi dan penikmat musik ?
Buat musisi,Terus berkarya dan hasilkan sesuatu yang bagus walaupun belum tentu di apresiasi oleh para penikmat musik. Untuk penikmat musik jangan lupa dengarkan karya musisi lokal.
Lebih dekat dengan Mella di Website,Facebook,Instagram. Demikian Obrolan untuk #BualMusikVol7 ditunggu terus episode selanjutnya.