Skip to main content

Musik barbar ala KORUPORBA melalui "Pemangsa"

Copyright Mavemagz
KORUPORBA merupakan salah satu band lokal asli Pekanbaru yang berada di garda depan perkembangan musik keras di kota ini. Band yang beraliran Stoner/heavy metal dan hard rock ini terbentuk sejak tahun 2011, berawal dari obrolan di sosial media yang berujung keinginan untuk memainkan musik secara bersama (ngeband). Obrolan tersebut berakhir dengan sebuah kopi darat yang membuahkan sebuah kesepakatan untuk melakukan jamming studio bersama.

Band yang diawaki oleh Ansorudin (Guitar),Gionovan Ayesha (Bass),Alfansuri (Vocal) dan Rafeal  Averian (Drum) ini telah memanaskan skema musik lokal bahkan nasional. Filosofi nama KORUPORBA dipilih berasal dari kenangan akan terjadinya kemerosotan ekonomi dan korupsi yang terjadi di zaman orde baru. Selain sebagai bentuk mengenang zaman orde baru,nama ini juga dipilih sebagai simbol perlawanan lewat musik yang mereka mainkan.

Berkiblat pada musik stoner dan heavy metal seperti Metallica,Down,Black Label Society dan Pantera, Album penuh perdana telah dirilis pada Januari 2015 silam. 9 Track padat berisi dilepas dalam album yang bertajuk "Pemangsa". Album yang berdurasi 36 menit 48 detik ini membawa setiap pendengarnya untuk berheadbang ria. Dibuka dengan "Bicara Pantang Tak Peduli Setan" yang bercerita tentang kebebasan dalam berbicara dan menyampaikan aspirasi dimuka umum.  Selain itu terdapat beberapa track yang cukup "easy listening" dan "Headbangable" seperti Agresi,Nyalakan berani. Debut album ini didistribusikan oleh Demajors Record diseluruh lini distribusi yang mereka miliki. 

Terima kasih KORUPORBA telah melahirkan sebuah karya yang sangat jenius dan Headbangable bagi kami para fans, Segannn tabik ✌.

Contact KORUPORBA :
Management : 08537603990 - 085767718390
www.reverbnation.com/koruporba
www.facebook.com/koruporba
www.soundcloud.com/koruporba

Artwork
Tracklist : 
  1. Bicara Lancang Tak Peduli Setan 
  2. Penjahat perang
  3. Agresi 
  4. Pemangsa
  5. Nyalakan Berani
  6. Monster Berkuda
  7. Angel of Death 
  8. Menuju Laga
  9. Sikap liar

Comments

Popular posts from this blog

Kisah dan Mitos di Balik Logo Apple

Apple Logo Steve Jobs dan Steve Wozniak, bersama memikirkan nama untuk perusahaan mereka. Jobs menginginkan sebuah nama yang sederhana. Sementara Wozniak menginginkan nama itu terdengar keren dan bernuasa elektronik. Wozniak lalu mengusulkan nama “Enterprise Computers.”“Tidak,” Jobs tak suka nama itu, dia sangat menolak. “Tidak boleh berbau StarTrek.” Ia memacu laju mobil yang sedang dikendarai, mengancam akan menabrakannya ke pohon jika sampai nama itu dipakai.“Baiklah… baiklah… Pelan-pelan,” pinta Wozniak. Jobs melambatkan laju mobil. Ia menegaskan perusahaan itu butuh nama yang saat seseorang melihatnya, dia ingin membeli produknya. Hening sejenak, dan… terlontar lah nama “Apple.”Wozniak terkejut. “Apple? Seperti buah?”“Buah dari kreasi, Apple. Itu sederhana, tapi kuat.”Demikianlah salah satu adegan di film "Jobs," di mana kedua pendiri Apple itu berdebat untuk memilih nama perusahaan.  Nama itu disepakati Jobs dan Wozniak saat keduanya dalam perjalanan menghadi...

Music Digital

Digital Music ( Musik Digital) adalah reproduksi suara dari sinyal digital yang telah dirobah keasalnya menjadi sinyal analog, perekaman suara digital dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perobahan sinyal suara analog dengan bantuan frekwensi sampling. Musik digital bisa juga berasal dari suara sintetis, contoh peralatan sumber suara sintetis MIDI merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang bisa dimainkan oleh pemusik. Bentuk penyimpanan sinyal digital dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas. Sejarah Singkat Perkembangan Format Musik Awalnya, piringan hitam merupakan sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc. Ide ini berasal dari Charles Cros dari Perancis pada tahum 1887. Namun sayangnya tidak pernah terwujud. Pada tahun yang sama, Thomas A. Edison menemukan Phonograph (pemutar piringan h...

Little Old Man, Sebuah Cerita Fantasi Dari Caessaria (Official Release)

Inilah kami, Caessaria. Terbentuk pada tahun 2020, beranggotakan Arin sebagai vokalis, Roby Satria dan Supernova sebagai pengisi gitar utama.  “Caessaria adalah grup band yang terbentuk dengan tema “a fantasy story, based on reality”. Arin berperan sebagai vokalis, penulis novel, dan seorang tarot reader. Dari semua itulah, Arin kemudian mengisi vokal untuk menyempurnakan Caessaria”, ujar Roby yang juga berperan sebagai music producer. Roby menambahkan, “Caessaria beranggotakan tiga personil. Namun hanya Arin yang kita tampilkan di depan publik. Saya dan Supernova berperan di belakang. Jadi konsep dari Caessaria memang dibuat se-original mungkin,”  Caessaria adalah sebuah cerita fantasi yang diadaptasi dari cerita novel, yang kemudian dirangkai oleh Arin dengan konsep kartu tarot. Di sini diceritakan Roby menjelma sebagai Hope, dan Supernova menjadi Black Rose. Untuk memulai kisah fantasi ini, “Little Old Man” terpilih menjadi pembuka dari album yang akan dirilis nanti. Menuru...